Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya pada militer Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari
Author: RZ
Created: Mar 26, 2026
Category: Internasional
Views: 59
www.manggalanews.com – Makassar. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menawarkan rencana gencatan senjata dengan proposal berisi 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Tawaran gencatan senjata itu disampaikan oleh Washington kepada Teheran melalui Pakistan sebagai perantara.
Dilansir Reuters dan Associated Press, diungkapkan pertama kali oleh media terkemuka AS, New York Times (NYT), yang mengutip dua pejabat AS, yang mengetahui garis besar proposal Washington tersebut. NYT menyebut dalam laporannya bahwa tawaran gencatan senjata 15 poin dari AS itu telah disampaikan kepada para pejabat Iran, melalui Pakistan. Islamabad sendiri disebut telah menawarkan diri sebagai tuan rumah untuk negosiasi ulang antara Washington dan Teheran.
Isi dari 15 poin rencana gencatan senjata itu belum diungkapkan secara detail kepada publik.
Dalam proposal itu, utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner mengusulkan gencatan senjata selama satu bulan. Selama periode tersebut, kedua pihak akan merundingkan perjanjian berisi 15 poin tersebut. Poin utama dari rencana itu, di antaranya: Pembongkaran program nuklir Iran, penghentian dukungan terhadap kelompok proksi seperti Hizbullah dan Hamas, dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Namun, menurut laporan The New York Times, belum jelas apakah Israel mendukung proposal tersebut. Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu belum memberikan tanggapannya.
Trump membahas kemungkinan kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang yang berkecamuk empat pekan terakhir. Pada Selasa (24/3), Trump mengklaim AS mencapai kemajuan dalam upaya menegosiasikan diakhirinya perang dengan Iran, termasuk memenangkan konsesi penting dari Teheran.
Respons Pemerintah Iran menanggapi tawaran gencatan senjata yang disampaikan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakhiri perang yang berkecamuk sejak akhir Februari lalu. Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya pada militer Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, seperti dilansir Associated Press, Rabu (25/3/2026), menegaskan bahwa AS hanya akan berunding dengan diri mereka sendiri. Tanggapan itu disampaikan Zolfaghari dalam pernyataan video yang ditayangkan oleh televisi pemerintah Iran pada Rabu (25/3) waktu setempat.
"Kekuatan strategis yang dulu Anda bicarakan, telah berubah menjadi kegagalan strategis," kata Zolfaghari dalam pernyataannya yang ditujukan kepada AS. "Negara yang mengklaim sebagai negara adidaya global pasti sudah keluar dari kekacauan ini jika memang mampu. Jangan menyamarkan kekalahan Anda sebagai kesepakatan. Era janji-janji kosong Anda telah berakhir," tegasnya.
Pernyataan Zolfaghari itu dirilis tak lama setelah pemerintahan Trump mengirimkan rencana gencatan senjata berisi 15 poin kepada Iran, melalui Pakistan sebagai perantara.
Baca juga:
Australia Negara Pertama di Dunia Mengharamkan Remaja di Bawah 16 tahun Mengakses Medsos
Dentuman Beduk di Wisma NRA : DR.H.Adi Warman Buka Expo 2025 'Mengirim Langkah Suci Anda'
Pemerintah China Menanggapi Polemik Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh
Tel Aviv di Kecam Berujung Jeda Perang Terbatas di Gaza
Para Pemimpin Thailand dan Kamboja Dijadwalkan Bertemu Membahas Perundingan Damai
Comments
Belum ada komentar