Menteri LH: Pembenahan TPA Tamangapa Makassar Layak Jadi Contoh Nasional

Post Image Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KBPLH), Moh. Jumhur Hidayat meninjau TPA Tamangapa

Author: RZ

Created: Aug 06, 2026

Category: Makassar

Views: 38

www.manggalanews.com – Makassar. Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KBPLH), Moh. Jumhur Hidayat, memberikan apresiasi terhadap progres pembenahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Menurutnya, transformasi TPA menuju sistem sanitary landfill layak menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Penilaian tersebut disampaikan Jumhur usai meninjau langsung progres pembenahan TPA Tamangapa bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan jajaran Kementerian Lingkungan Hidup, Rabu (5/8/2026).

Dalam kunjungan itu, Menteri LH melihat langsung proses penutupan timbunan sampah dengan metode cover soil dan pemasangan biomembran pada area bekas open dumping. Hingga saat ini, progres penutupan gunungan sampah yang sebelumnya mencapai sekitar tujuh meter telah mencapai 93 persen.

Selain meninjau area penimbunan sampah, rombongan juga melihat pembangunan akses jalan menuju TPA, kolam pengolahan air lindi, serta pemanfaatan gas metana yang telah disalurkan ke sejumlah rumah warga di sekitar kawasan TPA.

Bau Sampah Berhasil Dikurangi

Jumhur menilai perubahan yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar telah memberikan dampak nyata, khususnya dalam mengurangi bau menyengat yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

"Ada yang menggunakan sistem sanitary landfill, ada juga controlled landfill. Yang jelas, bau dari timbunan sampahnya sudah jauh berkurang," ujar Jumhur.

Ia juga mengapresiasi kecepatan Pemerintah Kota Makassar dalam menindaklanjuti arahan Kementerian Lingkungan Hidup setelah sebelumnya menerima sanksi administratif terkait pengelolaan TPA.

"Permintaan kami kepada Pemerintah Kota Makassar sudah dijalankan dengan sangat baik. Progresnya sudah lebih dari 90 persen dan tinggal sedikit penyempurnaan," katanya.

Dinilai Layak Menjadi Percontohan

Menurut Jumhur, keberhasilan pembenahan TPA Tamangapa membuktikan bahwa persoalan pengelolaan sampah dapat diatasi apabila pemerintah daerah memiliki komitmen yang kuat.

"Ini menjadi contoh yang baik bagi kota-kota lain. Kalau memang ada kemauan, ternyata bisa dilakukan," tegasnya.

Meski demikian, ia masih memberikan beberapa catatan, terutama terkait pengelolaan air lindi. Ia meminta agar dibuat sistem blocking sehingga air lindi tidak menyebar saat hujan dan seluruhnya dapat dialirkan menuju instalasi pengolahan yang telah disiapkan.

Gas Metana Dimanfaatkan Warga

Dalam kesempatan tersebut, Jumhur juga mengapresiasi pemanfaatan gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah. Gas tersebut kini telah dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif bagi sejumlah rumah warga di sekitar TPA.

Menurutnya, pengelolaan TPA yang baik tidak hanya mampu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia bahkan menilai, setelah proses stabilisasi selesai dalam beberapa tahun mendatang, kawasan TPA memiliki potensi dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau, taman kota, bahkan fasilitas publik lainnya.

Pemkot Makassar Terus Lakukan Penyempurnaan

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus menyempurnakan pengelolaan TPA Tamangapa sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup.

"Kami akan terus menyempurnakan seluruh proses pengelolaan TPA agar berjalan sesuai ketentuan dan tidak lagi menimbulkan pencemaran lingkungan," ujarnya.

Munafri juga mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan untuk mendukung transformasi TPA Tamangapa agar menjadi sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Dengan progres yang telah mencapai lebih dari 90 persen, pembenahan TPA Tamangapa diharapkan menjadi tonggak baru pengelolaan sampah di Kota Makassar sekaligus model bagi daerah lain dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

 

Comments

Belum ada komentar