Progres Pembenahan TPA Tamangapa Capai 93 Persen, Pemkot Makassar Percepat Penerapan Sanitary Landfill

Post Image Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali meninjau kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, di Kecamatan Manggala

Author: RZ

Created: Aug 04, 2026

Category: Makassar

Views: 27

www.manggalanews.com – Makassar. Pemerintah Kota Makassar terus mempercepat pembenahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa menuju sistem sanitary landfill. Hingga awal Agustus 2026, progres penanganan area terbuka di lokasi tersebut telah mencapai sekitar 93 persen.

Perkembangan tersebut dipastikan saat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, melakukan peninjauan langsung ke TPA Tamangapa, Senin (4/8/2026).

Dalam kunjungannya, Munafri meninjau sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari akses masuk kawasan TPA, lokasi penanganan sampah residu harian, hingga kolam pengolahan air lindi. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh proses pembenahan berjalan sesuai rencana.

Menurut Munafri, perubahan sistem pengelolaan TPA membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan secara bertahap.

"Seluruh pekerjaan ini merupakan hasil koordinasi bersama antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, Kecamatan Manggala, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penataan kawasan TPA," ujarnya.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pengendalian air lindi agar tidak mencemari lingkungan. Pemerintah Kota Makassar mulai mengoperasikan sistem eco-thru yang dipadukan dengan jaringan kolam pengolahan sebagai upaya menetralisir limbah cair hasil timbunan sampah.

Munafri menegaskan, penerapan sanitary landfill bukan sekadar menutup tumpukan sampah dengan tanah, melainkan membangun sistem pengelolaan yang terintegrasi mulai dari pengangkutan, penataan area pembuangan, pengolahan lindi, hingga pemanfaatan gas metana.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam melakukan pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

"Pengelolaan sampah harus berjalan dari hulu hingga hilir sebagai satu sistem yang saling terhubung. Jika salah satu bagian tidak berjalan, maka hasilnya tidak akan maksimal," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Ferdy Mochtar, menjelaskan bahwa hampir seluruh area terbuka di TPA telah ditutup menggunakan tanah dan diperkuat dengan sistem terasering bermembran.

Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pengelolaan sampah residu yang setiap hari masuk ke TPA. Sampah tersebut dipadatkan menggunakan alat berat sebelum ditutup secara berkala dengan tanah untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan.

Selain itu, gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah kini telah dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi sebagian masyarakat di sekitar kawasan TPA. Pemkot Makassar menargetkan seluruh proses pembenahan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan sampah sekaligus mengurangi dampak lingkungan di kawasan Tamangapa.

 

Comments

Belum ada komentar