6 Kebakaran Terjadi di Makassar dalam 8 Hari, Gubernur Sulsel Ingatkan Warga Tak Bakar Sampah Sembarangan

Post Image Pamplet Himbauan Menghentikan kebiasaan membakar sampah sembarangan

Author: RZ

Created: Sep 09, 2026

Category: Makassar

Views: 42

www.manggalanews.com – Makassar. Warga Kota Makassar diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Dalam delapan hari pertama September 2026, sedikitnya enam kejadian kebakaran tercatat terjadi di sejumlah wilayah Makassar dan berdampak terhadap puluhan bangunan, mulai dari rumah warga, tempat usaha hingga kios dan los pedagang.

Rangkaian kebakaran tersebut terjadi di tengah kondisi kemarau yang melanda Sulawesi Selatan. Pemerintah Provinsi Sulsel sebelumnya telah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran karena kondisi lahan dan vegetasi yang kering lebih mudah terbakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan maupun pembakaran di lahan terbuka.

Yang paling penting kita edukasi masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan dan tidak melakukan pembakaran di lahan terbuka. Ini bagian dari kepedulian kita terhadap lingkungan,” pesan Andi Sudirman.

Peringatan tersebut menjadi semakin relevan menyusul berulangnya kejadian kebakaran di Kota Makassar. Terlebih, pembakaran sampah di kondisi lingkungan yang kering dapat meningkatkan risiko api merambat dan sulit dikendalikan.

Perhatian terhadap kondisi kemarau juga ditunjukkan Gubernur Andi Sudirman dengan melaksanakan Salat Istisqa bersama jajaran Pemprov Sulsel dan masyarakat pada Selasa (8/9/2026). Salat tersebut menjadi ikhtiar untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kekeringan yang berdampak terhadap masyarakat.

Sementara itu, salah satu kebakaran besar terjadi di kawasan Asrama TNI Mattoanging, Jalan Opu Daeng Risaju-Pajongan Daeng Ngalle, Selasa (1/9/2026). Sebanyak 35 rumah terbakar atau terdampak.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 13.41 WITA.

Kemudian tadi laporan masuk jam 13.41 di Mako, api sudah membakar dan pemadaman berlangsung kurang lebih 1 jam 20 menit. Data terbaru, 35 rumah (terbakar) berikut yang terdampak,” ujar Fadli.

Kebakaran berikutnya terjadi di Pasar Pa’baeng-baeng pada Rabu (2/9/2026). Komandan Kompi 3 Damkarmat Makassar, Sudirman, mengatakan petugas langsung bergerak setelah menerima laporan.

Kami terima informasi (kebakaran) itu jam 03.35 Wita. Kemudian kami tiba di TKK sekitar 5 menit kemudian,” ujar Sudirman. Sebanyak 25 armada dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Kebakaran juga terjadi di beberapa lokasi pada Kamis (3/9/2026), sementara kejadian terbaru tercatat di Jalan Manunggal 31, Maccini Sombala, Selasa (8/9/2026). Empat rumah terdampak dan sebanyak tujuh kepala keluarga atau 21 jiwa ikut terdampak.

Rangkaian kejadian tersebut menjadi peringatan bagi warga agar tidak lengah. Selain memeriksa instalasi listrik dan memastikan kompor serta tabung LPG aman, masyarakat diharapkan menghentikan kebiasaan membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi lingkungan kering.

Asap dari pembakaran juga dapat mengganggu kualitas udara dan kesehatan, sementara api yang tidak terkendali berpotensi meluas menjadi kebakaran lingkungan.

Warga diminta memilih cara pengelolaan sampah yang lebih aman serta segera melaporkan apabila melihat titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.

 

 

Comments

Belum ada komentar