Kapal Tanker MV SUN Dicegat Uni Eropa, Diduga Gunakan Bendera Palsu dan Terkait Armada Bayangan Rusia

Post Image Pasukan Uni Eropa menaiki kapal tanker MV SUN yang diduga menjadi bagian dari “armada bayangan” Rusia. Foto: X @kajakallas

Author: RZ

Created: Aug 31, 2026

Category: Internasional

Views: 48

www.manggalanews.com. Pasukan angkatan laut Uni Eropa menaiki kapal tanker minyak MV SUN di Laut Mediterania setelah muncul dugaan kapal tersebut menggunakan registrasi bendera yang tidak sesuai dan berpotensi terkait dengan jaringan “armada bayangan” pengangkut minyak Rusia.

Operasi dilakukan pada 30 Agustus 2026 dan dikonfirmasi oleh Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas, pada Senin (31/8/2026).

Menurut otoritas Eropa, personel Operasi EUNAVFOR MED IRINI menaiki kapal tersebut untuk memverifikasi status bendera dan dokumentasi MV SUN. Pemeriksaan dilaporkan dilakukan oleh personel militer Italia yang tergabung dalam misi Uni Eropa.

MV SUN diduga berlayar menggunakan bendera Kamerun yang keabsahannya dipertanyakan. Verifikasi bendera menjadi penting karena menentukan negara yang bertanggung jawab atas registrasi dan pengawasan sebuah kapal.

Sejak Maret 2026, Operasi IRINI telah mendapat kewenangan untuk menjalankan hak kunjungan dalam rangka memverifikasi kewarganegaraan kapal berdasarkan Pasal 110 Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut.

Kallas menyebut MV SUN sebagai kapal keenam yang diduga memiliki kaitan dengan “armada bayangan” dan diperiksa oleh operasi Uni Eropa dalam beberapa bulan terakhir.

Istilah “armada bayangan” merujuk pada jaringan kapal tanker yang beroperasi melalui struktur kepemilikan kompleks, pergantian registrasi dan bendera, serta pola operasi yang sulit dilacak. Sejumlah kapal diduga digunakan untuk mempertahankan ekspor minyak Rusia di tengah pembatasan sektor energi yang diberlakukan negara-negara Barat.

Uni Eropa pada Juli lalu juga memperluas sanksi terhadap jaringan tersebut melalui paket sanksi terbaru terhadap Rusia. Puluhan kapal tambahan dimasukkan dalam daftar pembatasan akses pelabuhan dan layanan maritim.

Operasi EUNAVFOR MED IRINI sendiri dibentuk pada 2020 untuk mendukung pelaksanaan embargo senjata PBB terhadap Libya. Mandatnya kemudian diperluas mencakup pengawasan maritim dan pengumpulan informasi terkait aktivitas ilegal di laut, dengan masa tugas yang berlaku hingga Maret 2027.

Hingga kini, otoritas Eropa belum mengungkapkan secara rinci muatan yang dibawa MV SUN maupun adanya penyitaan permanen terhadap kapal tersebut. Operasi itu secara resmi disebut sebagai pemeriksaan untuk memverifikasi bendera dan dokumen kapal tanker.

 

 

-----------------------

Sumber: Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas melalui akun X @kajakallas; EUNAVFOR MED IRINI; Dewan Uni Eropa; dan Militarnyi.

Konten ini dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) dan telah ditinjau serta disunting oleh tim editorial.

 

Comments

Belum ada komentar